Orang Kaya dan Lazarus (Perumpamaan ke 24) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Sunday, 08 December 2013 05:42

Ringkasan Khotbah 1 Desember 2013


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori

IV. Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak?

Orang Kaya dan Lazarus (Perumpamaan ke 24)

Lukas 16: 19-31

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan


Manusia diciptakan oleh Tuhan bukan hanya terdiri dari tubuh, tetapi juga mempunyai roh yang bersifat kekal. Mazmur 90 mengingatkan bahwa hidup manusia itu 70 tahun dan jikalau kita kuat bisa hidup sampai 80 tahun.Setiap orang akan berhadapan dengan maut. Setelah seseorang mati, hidupnya belum berakhir. Ada 2 tempat yang dapat roh manusia tuju setelah seseorang mati. Yang percaya Yesus  akan ke sorga, yang tidak percaya akan dihukum di neraka


Lukas 16:19 memaparkan kepada kita tentang  dua kehidupan manusia yang berbeda yang selalu dapat kita lihat di dunia ini yaitu orang yang kaya dan orang yang miskin. Yang pertama tidak disebutkan namanya, tetapi  dikatakan  dia sangat kaya. Orang itu setiap hari berpakaian warna ungu yang merupakan warna pakaian orang kaya zaman itu. Ayat 20 mengatakan ada seorang pengemis, yang sangat miskin. Tubuhnya penuh penyakit. Betapa kontrasnya kehidupan kedua orang itu. Si kaya setiap hari dia makan enak dan berpakaian indah. Sedangkan Lazarus bukan hanya miskin tetapi badannya juga penuh penyakit dan temannya hanyalah seekor anjing yang tidak dapat membantunya tetapi malah menjilati penyakit borok di badannya. Lazarus yang berpenyakit itu tidak dapat bergerak dan berjalan sehingga orang harus mengangkutnya. Orang kaya itu segala kebutuhannya terpenuhi. Ia dapat makan dengan kenyang. Jikalau ia sakit ia dapat berobat ke dokter terbaik sehingga kesehatannya terjamin. Sedangkan Lazarus, jangankan berobat, setiap hari ia kelaparan dan menunggu sisa makanan yang jatuh dari meja orang kaya itu karena orang kaya itu tidak memberi dia makan.


Demikianlah kehidupan yang kaya dan yang miskin di dunia ini yang dapat kita lihat. Semua ini bersifat sementara. Kehidupan manusia akan berlalu. Janganlah kita melihat kehidupan manusia secara duniawi tetapi kita harus melihatnya dengan kaca mata Allah. Kehidupan manusia dapat di bagi dalam 3 bagian:


1) Kehidupan masa kini yaitu kehidupan yang menanti yaitu menanti kehidupan esok. Pelajar menanti untuk naik kelas, pekerja menanti untuk mendapatkan gaji, yang sakit menanti untuk sembuh dsb. Semua penantian itu bersifat sementara. Kita haruslah menanti yang kekal. Kita yang sekarang sudah percaya Yesus, kita menanti kedatangan Yesus yang ke dua kali


2) Kematian (Ibrani 9:27) yaitu setiap orang bukan hanya hidup memandang ke bawah  tetapi juga harus memandang ke atas. Setiap manusia memiliki kematian, dan setelah itu ada penghakiman. Kita lihat orang kaya ini, dia mempunyai kedudukan yang tinggi, dia lebih lambat mati. Lazarus yang miskin dia mati duluan. Namun keduanya mati. Artinya setiap orang pasti mati.


3) Pada saat seseorang mati, hanya ada 2 jalan yang dapat dituju yaitu sorga atau neraka. Ayat 20-21, kita melihat Lazarus mati duluan lalu dibawa malaikat ke pangkuaan Abraham. Di sini Yesus menyebut nama Abraham karena Yesus mau menyampaikan kebenaran kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Farisi yang juga mendengarkan saat itu. Orang-orang Farisi sangat mencintai uang dan menganggap mereka adalah orang yang diberkati Allah karena mereka kaya. Mereka percaya jikalau mereka mati mereka pasti ke sorga karena menurut mereka jikalau hidup seseorang itu kaya artinya orang itu diberkati Allah sedangkan jika hidup seseorang itu miskin seperti Lazarus itu artinya orang itu dikutuk oleh Allah sehingga jika ia mati ia pasti ke neraka. Jadi Yesus memakai perumpamaan ini untuk menegur kepercayaan mereka yang salah dan juga mengungkapkan kebenaran bahwa hanya dengan iman seseorang dapat ke sorga. Dari mana asal iman kita? Iman kita berasal dari Allah. Allah berjanji akan memberi keselamatan kepada kita (Roma 1:2) yaitu Injil. Dan janji keselamatan itu digenapi di dalam Putra Tunggal-Nya Yesus Kristus yang telah mati demi dosa-dosa kita. Ia bukan saja mati, teapi Ia telah dikuburkan dan pada hari ke tiga Ia telah bangkit. Jikalau kita percaya kepada Yesus Putra Tunggal Allah maka kita selamat dan kita pasti ke sorga. Yang tidak percaya Yesus maka tujuannya sudah pasti yaitu neraka. Orang kaya itu tidak disebutkan namanya karena di neraka ia tidak perlu lagi nama. Yang masuk ke tempat itu tidak akan punya kawan satupun sehingga ia tak butuh nama. Sedangkan yang percaya, akan Tuhan beri nama baru seperti Lazarus karena setiap orang yang telah percaya Yesus bukan lagi hanya anak-anak orang tuanya di dunia ini namun ia juga telah menjadi anak-anak Allah yang kepadanya Allah akan berikan nama baru.


Nama Lazarus berasal dari kata Ibrani “Eliezer” yang berarti Tuhan menolong dia. Dan memang setiap hari ia menantikan Allah menolong/menyelamatkan dirinya. Ada beberapa perbedaan antara orang kaya dan Lazarus:


ORANG KAYA

LAZARUS

Kehidupan di mata manusia (sementara):

Sanga kaya

Sehat

Kenyang dengan pesta tiap hari

Dapat memberi belas kasihan

Berpakaian termewah

Banyak kawan & lima saudara

 

Rumah mewah

 

Kehidupan di mata Allah (kekal):

Tidak ada nama

Tidak ada kawan sama sekali

Tidak ada satupun keinginannya terpenuhi

Sengsara selamanya

Di neraka (Markus 9:45)

Kehidupan di mata manusia (sementara):

Sangat miskin

Berpenyakit parah

Kelaparan setiap hari

Mengharapkan belas kasihan

Berpakaian bau, kotor dan koyak

Sebatang kara, hanya ditemani seekor anjing

Gelandangan


Kehidupan di mata Allah (kekal):

Punya nama baru (”Lazarus”) yang diberikan Allah

Bersekutu dengan Abraham

Segala keperluannya telah dipenuhi

Hidup mulia

Di tahta Allah

(

 

 

 

(Diringkas oleh Ereen, diedit oleh Pipit MJ)

 

Last Updated on Sunday, 08 December 2013 05:52
 
Share