Aku Percaya Akan Firman-Mu PDF Print E-mail
Written by Ajin Thu   
Friday, 07 February 2014 09:36

Ringkasan Khotbah 22 Desember 2013


Aku Percaya Akan Firman-Mu

Mazmur 119:41-48

Oleh : GI Ajin Thu

 

 

Tema kita minggu ini adalah “Aku percaya akan Firman-Mu.” Ini merupakan pengakuan dari Pemazmur tentang bagaimana ia percaya akan Firman Allah. Jika kita melihat dalam buku pujian kita, kita akan mendapatkan Pengakuan Iman Rasuli di dalamnya. Dalam Pengakuan Iman Rasuli kita tidak dapat menemukan pengakuan tentang “aku percaya akan Firman Allah.” Dari zaman ke zaman, manusia terus menyelidiki Firman Tuhan, tetapi di antara mereka ada yang tidak percaya akan Firman Tuhan, mengkritik Firman Tuhan. Kita telah membaca bagaimana Pemazmur percaya akan Firman Tuhan, ini bisa kita lihat dalam Kitab Mazmur di pasal-pasal sebelumnya, seperti yang terdapat di Mazmur 12:7-8 “…Engkau akan menjaga mereka (Janji/Firman Tuhan) senantiasa...” Pemazmur percaya Firman Tuhan itu sempurna, terjaga, terpelihara, dan juga tidak ada yang salah. Dalam Injil Sinopsis, Tuhan Yesus sendiri memberitahukan kepada kita (di Matius 5:18; Matius 24:35; Markus 13:31; Lukas 21:33) bahwa kita dapat menemukan bagaimana Firman Tuhan itu Sempurna dan Kekal, seperti di dalam Lukas 21:33 “… tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu Dan Rasul Paulus dalam 2 Tim 3:16 mengatakan bahwa Firman Tuhan itu Sangatlah bermanfaat. Nah, begitu juga kita, kita harus meyakini seperti apa yang Pemazmur yakini. Jadi, yang seharusnya kita lakukan adalah kita harus percaya Tuhan Yesus dan juga percaya kepada Firman Tuhan yang sempurna. Selanjutnya, Yakobus 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar saja,” menjelaskan bahwa kita bukan hanya yakin dan percaya akan Firman Tuhan, tetapi kita harus melakukan atau mempraktekan Firman itu di dalam hidup kita. Firman Tuhan itu akan menjadi pelita dan pedoman hidup kita. Apa jadinya hidup kita tanpa Firman Tuhan? Manusia akan menjadi liar seperti yang terdapat di salah satu kitab. Lalu, ada beberapa alasan mengapa Pemazmur percaya dan membutuhkan Firman Tuhan; a) Firman Tuhan sangat penting. Tuhan Yesus mengatakan manusia hidup bukan dengan roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah; b) Pemazmur bersaksi tentang Firman Tuhan; dan c) Pemazmur gemar akan Firman Tuhan.



Pertama, Permohonan Pemazmur atau Doa Pemazmur (ayat 41-43). Bagian ini menjelaskan tentang permintaan dan permohonan Pemazmur supaya jangan mencabut Firman kebenaran dari mulutnya. Artinya Firman ini tetap berada di dalam lubuk jantung Pemazmur dan ia terus berharap pada hukum-hukum itu. Karena dengan adanya Firman Tuhan di dalam hidupnya, ia dapat berjalan di jalan yang benar. Begitu juga dengan kehidupan kita, supaya kita dapat berjalan di jalan yang benar, maka kita membutuhkan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu sangat penting untuk mengarahkan kita, menuntun kita, dan dapat menjadi standar hidup kita. Tanpa Firman Tuhan, hidup kita di dunia ini akan menjadi kacau, bahkan dunia ini juga akan menjadi kacau. Tentu saja pertanyaannya, bagaimana supaya Firman Tuhan terus ada di dalam mulut kita dan di dalam jantung kita? Kita harus rajin membaca Firman Tuhan! Kita harus rajin merenungkannya! Dan kita juga harus mempraktekkan Firman Tuhan di dalam kehidupan kita!

 


Kedua, Tekad Pemazmur untuk Bersaksi (ayat 44-46). Jika kita membaca sekilas, Pemazmur menghadapi tantangan. Tetapi ia memohon agar Tuhan tidak mencabut Firman kebenaran dari mulutnya(43). Kemudian, ia mewujudkannya di dalam tekadnya dalam ayat 44-46. Jadi Firman yang ia miliki, ingin disaksikannya kepada raja-raja. Hal itu memang tidak mudah untuk dilakukan, tetapi Pemazmur bertekad untuk memberi kesaksian. Bagaimana Pemazmur bersaksi? 1. Pemazmur berpegang pada Taurat Tuhan senantiasa untuk seterusnya dan selamanya (44). 2. Pemazmur hidup dalam kelegaan sebab mencari titah-titah-Nya yang disaksikan dalam hidupnya (45). 3. Pemazmur berbicara tentang peringatan-peringatan Tuhan di hadapan raja-raja (46). Pemazmur bertekad untuk bersaksi. Dari bagian ini kita diajarkan bahwa bersaksi bukan hanya dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kesetiaan kita, komitmen hidup kita, dan perubahan hidup kita. Hal-hal itulah juga yang akan menjadi kesaksian kita. Jadi Firman Tuhan yang telah kita pelajari, yang kita dengar dan yang kita renungkan perlu kita terapkan dalam kesaksian kita. Banyak orang percaya Firman Tuhan melalui kesaksian hidup seseorang. Adakah kita mau menjadi saksi Kristus? Rasul Paulus mengatakan kita adalah Suratan Kristus, jadi setiap orang bisa membacanya, tanpa bertanya. Mereka bisa melihat dan bisa membaca apa dengan yang kita lakukan di dalam hidup kita.

 


Ketiga, Pemazmur Gemar akan Firman Tuhan bahkan Mencintai Firman Tuhan (ayat 47-48). Pemazmur jelas mencintai Firman Tuhan, ini dinyatakan di ayat 44 “aku hendak bergemar dalam perintah-perintahMu yang ku cintai itu.” Permazmur tidak hanya gemar saja, tetapi ia juga mencintai Firman Tuhan. Apakah perbedaan dari pengemar dan pencinta? Pengemar itu hanya suka saja, tapi pencinta itu ingin memiliki. Yang menjadi bukti bahwa Pemazmur mencintai Firman Tuhan terdapat di ayat 48. Pemazmur berdoa, berserah, dan merenungkan Firman Tuhan. Kalau kita mengatakan kita gemar akan Firman Tuhan, tetapi kita tidak pernah membaca Firman Tuhan dan kita tidak pernah merenungkan Firman Tuhan, bagaimana kita bisa dikatakan gemar akan Firman Tuhan? Mencintai Firman Tuhan? Itu sama artinya kita menipu diri kita sendiri. Sudahkah kita punya tekad untuk gemar Firman Tuhan? Apa kita hanya gemar dengan yang dunia tawarkan, seperti film, sinetron, artis-artis, atau yang lainnya? Sedangkan yang terpenting di dalam hidup kita adalah gemar akan Firman Tuhan. Kita harus seperti Pemazmur yang berpegang pada Taurat Tuhan, senantiasa untuk seterusnya dan untuk selamanya. Bukan hanya untuk hari ini saja gemar akan Firman Tuhan, tetapi esok hari tidak menyukainya lagi. Firman Tuhan adalah makanan rohani, Firman Tuhan adalah vitamin yang membuat kita menjadi sehat. Membaca Firman Tuhan itu adalah kewajiban kita dan keharusan kita sebagai orang percaya. Kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita percaya akan Firman Tuhan, maka kita harus membaca Firman Tuhan! Sudahkah kita melakukannya? Saat ini kita masih diberi kesempatan untuk membaca Firman Tuhan serta menyaksikan Firman Tuhan! Mengapa kita tidak memulainya dari sekarang?


 

Diringkas oleh Stefanie

Last Updated on Friday, 07 February 2014 09:37
 
Share