Kasih Allah yang Ajaib PDF Print E-mail
Written by Pdt Elyakin Phang   
Friday, 07 February 2014 09:39

Ringkasan Khotbah 22 Desember 2013

 


Kasih Allah yang Ajaib

I Yohanes 4:7-21

Oleh : Pdt. Elyakin Phang

 


Hari ini bertepatan dengan hari raya orang Tionghua, yaitu “ko jiet (???? )” dimana pada perayaan ini akan disediakan penutup makanan yang bernama onde-onde. Konon katanya setelah makan onde-onde maka umur baru dihitung bertambah satu tahun. Namun bagi kita, makan onde-onde atau tidak, umur kita pasti bertambah karena Allah itu adil. Ia memberikan setiap manusia waktu yang sama.

Seorang ahli Teologia mengatakan bahwa tujuan hidup manusia harus mengenal Tuhan, mengasihi Tuhan dan melayani Tuhan. Dan itu merupakan hal yang paling mulia dan bahagia. Kita sering mendengar kata ”kasih” sehingga itu menjadi kata yang biasa dan tak berarti lagi dalam hidup kita. Di dalam bahasa Yunani, terdapat 3 kata ”kasih,” yaitu: 1) Eros, yaitu kasih yang tidak terdapat di Alkitab. Ini adalah kasih antara pria dan wanita ataupun kasih terhadap benda; 2) Filio, yaitu kasih karena simpati atau belas kasihan, seperti kasih antara saudara, ayah terhadap anak dsb; 3) Agape, yaitu kasih yang suci, berasal dari Allah dan kekal. Yohanes 3:16 dan Efesus 3:18 adalah ayat-ayat yang mencerminkan kasih ini.

 


Salah satu tokoh Alkitab yang sudah mendapatkan kasih Allah di dalam hidupnya adalah Rasul Paulus. Ia yang sebelumnya bernama Saulus adalah orang yang tidak mengenal Allah dan penganiaya orang-orang Kristen. Akan tetapi setelah dia bertemu Allah, ia bertobat dan namanya diganti menjadi Paulus. Dan kisah hidupnya masih diingat orang sampai saat ini.

 


Dunia ini telah dikuasai dosa. Manusia dicekam penyakit dan kesusahan. Jika manusia menerima kasih Allah maka: 1) Manusia dapat keluar dari belenggu penyakit dan kesusahan; 2) Hidup penuh pengharapan kepada Tuhan; dan 3) Mengalami perubahan.


Agama Kristen bukanlah seperti agama lain dimana manusia yang mencari Tuhan tetapi Tuhanlah yang mencari manusia. Sejak pertama kali manusia jatuh ke dalam dosa, Allah yang berinisiatif mencari manusia (Kejadian 3:9). Perumpamaan dari Tuhan Yesus tentang putra yang hilang (Lukas 15:11-32) merupakan gambaran kasih Allah yang mencari manusia. Dan Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Ada 3 aspek kasih Allah yang ajaib, yaitu:

 


  1. Kasih Allah itu kekal

Kasih Allah itu melampau kasih manusia (Yesaya 1:19, II Petrus 3:8-9). Tuhan menantikan manusia untuk bertobat dan percaya Yesus di dalam waktu yang tidak pendek. Sudah 2000 tahun yang lalu Allah terus menanti manusia berdosa untuk bertobat.

 


2. Kasih Allah itu menyelamatkan

I Petrus 2:24 mengatakan bahwa Yesus telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kita telah sembuh. Yesus sudah mati bagi dosa-dosa kita karena kasih Allah terhadap kita yang berdosa. Upah dosa adalah maut (Roma 6:23) akan tetapi dengan kasih-Nya Ia mengaruniakan keselamatan kepada manusia yaitu di dalam Yesus Kristus.

 


3. Kasih Allah itu menebus/menggantikan

 

Kita yang berdosa yang seharusnya menerima hukuman dan murka Allah namun karena kasih Allah yang besar dan ajaib Ia mengutus putra tunggal-Nya Yesus Kristus mati untuk menggantikan kita. Dengan kematian Kristus, ia menebus semua manusia supaya tidak mati binasa. Galatia 4:5 mengatakan ”Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

 

(Diringkas oleh Ereen, diedit oleh Pipit MJ)

Last Updated on Friday, 07 February 2014 09:41
 
Share