Garam Dunia PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Friday, 07 February 2014 09:42

Ringkasan Khotbah 8 Desember 2013

 


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: IV. Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak: Garam Dunia dan Terang Dunia (Perumpamaan ke 25) – Matius 5:13-16

Oleh: GI Peter Yoksan

 


Memiliki sebuah Alkitab itu seperti memiliki sebuah perpustakaan mini dalam gengaman di tangan kita. Karena Alkitab terdiri dari 66 Kitab, 39 kitab PL dan 27 kitab PB. Walau zaman dahulu, Alkitab tidak mempunyai pasal dan ayat namun sekarang Alkitab berjumlah 1189 Pasal. Hari ini, dalam satu ayat di Matius 15:13 saja, dapat dibagi menjadi 6 bagian. Dalam 2 Tim 2:15 dikatakan bahwa, kita harus membagi Firman Tuhan dengan benar supaya kita dapat mengerti Firman Tuhan. Membagi Firman Tuhan dengan benar itu seperti seorang dokter yang mengoperasi tulang dengan baik. Ketika ia membelah daging kita, ia akan memperhatikan dan membetulkannya dengan baik. Matius 15:13 merupakan ayat yang terkenal, namun kita sering kali tidak memikirkannya dan merenungkannya. Dalam ayat ini terbagi 6 bagian, yaitu:

(1)Kamu Adalah Garam Dunia. kata “kamu” di sini dalam bentuk jamak (“kalian semua”). Jadi bukan hanya jemaat di gereja, tetapi semua orang yang percaya Yesus di seluruh dunia, mereka itu adalah garam dunia.

(2)Jika garam itu menjadi tawar. Kalimat ini menunjukkan bahwa adanya kemungkinan garam itu dapat menjadi tawar. Jika garam disimpan dan tidak digunakan (menurut Negeri Timur Tengah), maka garam itu menjadi tidak asin lagi.

(3)”Dengan apakah ia diasinkan?” adalah sebuah pertanyaan yang ditanyakan oleh Yesus, yang jawabannya adalah tidak mungkin lagi, karena garam yang sudah menjadi tawar,

(4)Tidak lagi ada gunanya. Untuk itu, ketika garam yang sudah menjadi tawar, tidak mungkin kita menyimpannya karena jumlahnya banyak. Dan tidak ada yang dapat kita lakukan terhadap garam itu

(5)Selain dibuang. Dimana kita membuangnya? Kita akan membuangnya di jalan, bukan di tanah (karena garam dapat merusak tanah). Pada zaman Tuhan Yesus, garam yang tidak berguna itu dibuang untuk menutupi lubang di jalan seperti pasir. Dan akhirnya, garam menjadi tawar itu tidak ada gunanya selain

(6)Diinjak orang.

APA KEGUNAAN GARAM? (a) Memberi rasa (dalam masakan). Dari sini kita dapat melihat bagaimana karakteristik dari garam. Garam itu diam dan tidak berbunyi, tetapi berdampak dan dapat dirasakan. Sama halnya dengan orang percaya, kita harus banyak diam, tetapi berguna dan berdampak. (b) Dipakai dalam industri (mengawetkan). Contohnya dalam pabrik kertas, garam digunakan sebagai bahan pembuatan soda api, yang dipakai untuk membuat kayu yang berwarna coklat menjadi putih bersih. Untuk itu, jika rohani kita seperti garam, maka hidup kita akan menjadi suci dan bersih. (c) Membunuh kuman (dalam dunia medis). Zaman dahulu bayi yang baru lahir, akan dimandikan dengan air garam, supaya bayi tersebut bersih dari kuman. (d) Alat perjanjian. Di dalam bagian Alkitab 2 Taw 13:5, terdapat Perjanjian Garam. Pada zaman itu garam dijadikan alat perjanjian. (5) Uang (Prajurit Roma dibayar dengan garam). Para prajurit Roma, saat itu, mendapatkan gaji berupa garam. Dan karena kegunaan itulah Tuhan Yesus memakai garam untuk mengajar kita. Namun, dari segi rohani, mengapa orang percaya harus menjadi Garam? Alasannya, karena Dunia yang semakin Busuk, semakin rusak, dosapun semakin canggih, dan kejahatan makin merajalela. Dengan keadaan inilah maka dunia memerlukan garam. Dan mengapa orang percaya harus menjadi Terang? Karena, Dunia yang semakin Gelap dan tidak tahu kebenaran. Namun perlu diingat, Garam dan Terang itu berbeda. Kalau garam bekerja diam-diam, tetapi terang bekerja langsung terlihat. Tetapi yang terpenting, keduanya sama-sama berdampak. Sebab dari itu, kita harus menjadi garam dan terang dunia, supaya kita berdampak dan menjadi saksi untuk dunia.

 


BAGAIMANA MENJADI GARAM? Matius pasal 5-7, Tuhan Yesus berkhotbah di Danau Galilea dan khususnya dalam Matius 5:1-12, terdapat 8 ungkapan bahagia dan 8 ungkapan anugerah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya. Untuk menjadi garam, pertama-tama kita harus

(1)Percaya Yesus, wataki watakmu dengan watak Kristus”. Dengan mewataki watak kita dengan watak Kristus, kita bisa menjadi garam.

(2)Terima hadiah/kasih/anugrah dari Allah. Jika kita percaya Yesus, kita mendapatkan 8 kebahagiaan ini. Kebahagian ini adalah berkat yang hanya dimiliki orang yang percaya. Lalu Matius 5:1-12 menjelaskan

(3)Anugerah dalam 8 Bahagia dengan memberi daftar (ayat 3) Miskin rohani & warga kerajaan Allah, (ayat 4) Berduka/bertobat & akan dihibur oleh Roh, (ayat 5) Lemah lembut diberi bumi baru, (ayat 6) Lapar & haus diberi kebenaran, (ayat 7) Murah Jantung & akan diberi kemurahan, (ayat 8) Suci Jantung & akan melihat Allah, (ayat 9) Pekerja-Damai & anak-anak Allah, (ayat 10-12) Dianiaya dan dianiaya. Maka dengan 8 kebahagiaan itu menjadi watak kita, kita bisa menjadi garam dan terang dunia.

 


Sebagai orang Kristen, tentu saja kita bisa menjadi lelah, sakit, atau bahkan kita bisa mati, tetapi kita jangan takut, karena yang terpenting kita harus memulai terlebih dahulu dan melanjutkannya. Kerja dahulu baru bicara, seperti halnya garam yang bekerja diam-diam tetapi berdampak. Namun, walaupun terkadang saat kita menjadi garam kita bisa menjadi tawar jantung, kita janganlah jemu/bosan-bosan berbuat baik (Gal 6:9 & 2 Tes 3:13.) Ya! Menjadi garam tentu ada tantangannya. Karena banyak hal yang kita mau lakukan tidak dapat kita lakukan, karena waktu Allah dan waktu kita berbeda. Karena itu kita harus menanti waktu dan kehendak Tuhan. Lalu DENGAN APA KITA BISA MENJADI GARAM?

(1) Tuhan (2 Kor 13:14). Kita harus senantiasa membangun hubungan dengan Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai teladan kita. Kekudusan Tuhan harus terpancar dari hidup kita.

(2) Firman (Kol 3:16). Kita bisa berhubungan dengan Tuhan melalui Firman-Nya. Firman Tuhan harus memenuhi hidup kita dan mengubah/mempengaruhi hidup kita. Agar dunia ini melihat hidup kita sebagai saksiNya, karena mereka membutuhkan Firman Tuhan.

(3)Tokoh Alkitab. Didalam Ibrani 11, kita menemukan 32 tokoh Alkitab (dari Habel, Gideon sampai para nabi) dalam 40 ayat. Mereka telah menjadi garam dan terang dunia di zaman mereka. Allah mau di setiap zaman ada anak-anak-Nya yang bisa menjadi garam dan terang bagi dunia untuk mempengaruhi dunia yang sudah semakin membusuk. Kita harus berdoa kepada Tuhan agar kita bisa menjadi seperti mereka sebagai garam dan terang dunia

(4)Sesama orang Kristen (Rom 1:10-11). Allah mengutus sesama orang percaya untuk menolong kita agar kita tidak menjadi tawar. Iman kita harus saling mempengaruhi (Roma 16). Sebagai orang percaya, kita mempunyai banyak kesaksian akan pertolongan Allah. Melalui kesaksian kita bisa saling menguatkan. Karena orang percaya itu bukan benda mati, tetapi benda hidup. Hidup kita saling berkaitan. Jika kita membawa kesaksian yang buruk, orang akan juga menjadi buruk. Sebaliknya, jika hidup kita membawa kesaksian yang baik, orang lain pun akan menjadi baik. Lalu sudahkah kita menjadi garam? Jika diam-diam kita memberi pengaruh yang baik, membuat orang semakin dekat dengan Tuhan, maka kita telah menjadi garam.

 

(Diringkas oleh Zakharia Suhartono)

Last Updated on Friday, 07 February 2014 09:44
 
Share