Kamu Adalah Terang Dunia (Perumpamaan ke 26) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Friday, 07 February 2014 09:45

Ringkasan Khotbah 29 Desember 2013

 


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: IV. Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak: Kamu Adalah Terang Dunia (Perumpamaan ke 26)”

Matius 5:14-16

Oleh : GI Peter Yoskan

 


Dari Matius 5:13-16 khususnya ayat 13 dan 14 Tuhan Yesus mengatakan orang percaya bukan hanya adalah ”garam dunia” tetapi juga adalah ”terang dunia.”


Di dalam merenungkan kedua ayat ini kita dapat membaginya membagi bagian-bagian kecil. Ayat 13 (Kamu adalah Garam Dunia) dapat menjadi 6 bagian, yaitu: 1) Kamu adalah garam dunia; 2) Jika itu garam itu menjadi tawar; 3) Dengan apakah dia diasinkan; 4) Tidak ada lagi gunanya; 5) Selain dibuang; 6) Diinjak orang. Sedangkan ayat 14 (Kamu adalah Terang Dunia) dapat dibagi menjadi 7 bagian, yaitu: 1) Kamu adalah terang dunial 2) Kota yang terletak di atas gunung tidak tersembunyi; 3) Lagi pula orang tidak menyalakan pelita; 4) Meletakannya di bawah gantang; 5) Melainkan di atas kaki dian; 6) Menerangi semua orang di dalam rumah; 7) Demikianlah hendaklah terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Jika kita perhatikan dengan seksama Matius 5:13-16 maka ada 3 hal utama yang disebut yaitu:

1) Garam;

2) Terang;

3) Baga di Sorga.

Ada empat poin pelajaran yang dapat kita petik sehubungan dengan perumpamaan Tuhan Yesus tentang “Garam Dunia” dan ”Terang Dunia.” Keempat poin itu dapat disingkat dengan 4A:


  1. Akibat Dosa

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa maka dunia ini telah menjadi busuk dan gelap (Mazmur 43:3). Hidup manusia di dunia yang sudah terkutuk ini semakin hari semakin jahat dan gelap.


  1. Anugerah Allah

Di dalam keadaannya yang telah busuk dan gelap maka dunia membutuhkan anugerah Allah yaitu melalui garam dan terang supaya dunia yang busuk ini dapat dibuat menjadi tidak semakin busuk dan yang gelap bisa diterangi.


  1. Garam bekerja secara internal: Garam bekerja diam-diam dari dalam untuk mengasinkan dan mencegah supaya barang yang digarami jangan menjadi busuk. Namun garam tidak dapat bekerja sendiri. Sama seperti masakan yang jika hanya dikasih satu butir garam, masakan itu tidak akan menjadi asin maka demikian jugalah dengan orang percaya harus banyak yang menjadi garam dunia supaya dunia ini dapat diasinkan dan dibuat tidak menjadi tidak busuk. Namun garam tidak dapat mentransformasi (mengubah) benda. Ikan yang diasinkan tidak dapat berubah menjadi ayam, ia hanya menjadi awet yaitu ikan asin. Demikian juga dengan manusia, yang dapat mengubah manusia hanyalah terang Tuhan.

  2. Terang bekerja secara eksternal: Terang bekerja dari luar itu dan nampak. Ruangan yang gelap, ketika diberi terang maka yang nampak hanya terang itu saja sedangkan gelap langsung tidak ada lagi. Pada saat seseorang mendengarkan Injil maka ia mendapatkan terang Tuhan. Hatinya yang gelap diterangi sehingga ia bisa menjadi percaya dan bertobat. Yesus adalah bagaikan matahari sedangkan orang percaya adalah bulan. Bulan tidak memiliki terang namun ia menerima terang dari matahari sebagai sumber terangnya dan ia memantulkan terang itu. Sama halnya, terang kita berasal dari Allah dan kita memantulkan terang dari Allah pada saat kita menjadi terang dunia. Pada saat seseorang mendengarkan Injil maka ia mendapatkan terang Tuhan. Hatinya yang gelap diterangi sehingga ia bisa menjadi percaya dan bertobat.

  1. Ancaman Kegagalan

Garam dapat menjadi tawar. Terang/cahaya dapat ditutupi. Garam yang telah menjadi tawar akan tak berguna lagi dan hanya dapat dibuang orang ke jalan sehingga diinjak orang. Ia tidak boleh dibuang ke ladang atau kebun karena dapat merusak tanaman. Terang yang ditaruh di bawah gantang tidak akan bermanfaat. Ia harus ditaruh di atas kaki lampu supaya dapat menerangi seluruh ruangan. Orang Kristen selain harus menjadi garam dengan menjadi saksi yang baik, harus seperti terang yang berani menampakkan diri yaitu dengan membuka mulut memberitakan Yesus kepada semua orang.

  1. Agungkan Bapa Sorgawi

Dengan menjadi garam dan terang maka kita akan memuliakan Bapa kita di sorga. Banyak contoh dari orang yang telah dengan berani memuliankan Bapa Sorgawi melalui keberanian mereka bersaksi/memberikan tentang Yesus.

  1. Perempuan Samaria yang tidak baik yang hanya berani ke sumur siang hari karena takut bertemu orang, namun setelah bertobat karena bertemu Yesus balik ke kota dengan tidak malu dan takut lagi ia bersaksi tentang Yesus kepada semua orang yang ia temui (Yohanes 4:12).

  2. Pendeta DL Moody kemana-mana selalu memberitakan Injil sampai-sampai suatu kali ketika pergi menggunting rambut ia berbicara terus tentang Tuhan sehingga semua orang hanya mendengarkan dia dan tanpa sadar mengacuhkan Presiden Wilson yang sedang duduk di sebelah Moody yang juga pergi menggunting rambut.

  3. Robert Mc Cheyne (21 Mei 1813-25 Maret 1843) yang mati muda (hanya berumur sampai 30 tahun) namun telah banyak bersaksi untuk Tuhan sehingga banyak orang yang telah bertobat karena mendengarkannya. (Diringkas oleh Ereen, diedit oleh Pipit MJ)

Last Updated on Friday, 07 February 2014 09:48
 
Share