Kawan yang Datang Meminjam Roti di Tengah Malam (Perumpamaan ke 29) Print
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 08 February 2014 13:22

Ringkasan Khotbah 2 Februarii 2013


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori:

V. Allah Mengajar Anak-anak-Nya Tentang Doa

Kawan yang Datang Meminjam Roti di Tengah Malam (Perumpamaan ke 29)

Lukas 11:1-13

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan


Lukas 11 merupakan pengajaran tentang doa. Wahyu 22:20 juga berbicara tentang doa. Yesus mengajarkan kita untuk berdoa supaya kita tahu bagaimana cara berdoa. Satu orang murid Yesus meminta Yesus untuk mengajari mereka berdoa karena ia melihat Yohanes Pembaptis mengajar murid-muridnya berdoa. Ayat 2 tidak menyebutkan nama murid itu tetapi teladannya sangatlah baik yaitu meminta Yesus untuk mengajar berdoa. Kita juga harus seperti murid itu yang belajar dari hal yang baik. Marilah kita di tahun 2014 mempelajari  dan meneladani hal-hal yang baik.

 


Doa adalah komunikasi 2 arah: Allah terlebih dahulu berbicara kepada kita. Ayat 2 dan 5 mengatakan Yesus sedang berkata kepada murid-muridnya, ini membuktikan bahwa Allahlah yang pertama berkata/berbicara kepada kita, bukan sebaliknya. Oleh sebab itu kita harus mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu. Allah bisa berbicara kepada kita walaupun kita masih sangat muda. Seperti Samuel ketika ia masih kecil Allah memanggilnya 3 tiga di Bait Allah. Pada waktu itu ia dipanggil oleh Allah, ia mengira Imam Besar Eli yang memanggilnya. Pada panggilan ke 4 Imam Eli baru menyadarkan Samuel bahwa Allahlah yang memanggilnya. Ini membuktikan bahwa Allahlah yang memanggil kita terlebih dahulu, baru kita bisa merespon. ”Berbicaralah ya Allah, sebab budakMu siap mendengar (Samuel 3:10).”

 


Dalam Doa Bapa Kami terdapat 6 poin yang bentuknya seperti salib karena secara vertikal ada 3 poin dan secara horizontal ada 3 poin. Tiga poin vertikal adalah: 1) Dikuduskanlah nama Bapa kita di sorga (kita memanggil Allah sebagai Bapa karena kita telah menerima Yesus Kristus putra-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita); 2) Datanglah kerajaan Allah; 3) Jadilah kehendak Allah di bumi seperti di sorga. Sedangkan tiga poin horizontalnya adalah: 1) Berikanlah kami makanan harian kami (bukan hanya makanan jasmani tetapi juga makanan rohani karena orang percaya bukan hanya hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah – Ulangan 8:3); 2) Ampunilah kami kesalahan kami; 3) Janganlah membawa kani ke dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.

 


Melalui kejadian yang terjadi setiap hari, Yesus memberikan pelajaran rohani bagi kita seperti yang Ia lakukan pada perumpamaan ini. Kebudayaan orang Israel pada waktu itu adalah kalau ada tamu yang datang secara tiba-tiba maka tamu itu harus dilayani dengan baik. Karena kehabisan roti maka orang itu harus meminjam 3 roti dari tetangganya (besok 3 roti harus dikembalikan). Alkitab mengajarkan kalau kita punya saudara tetapi tinggalnya jauh maka tetangga dekat itu seperti saudara kita karena pada saat kita memerlukan bantuan maka kita bisa meminta bantuan tetangga . Karena itu kita harus menjalin hubungan baik dengan tetangga. Dan sebagai tetangga, jika ada tetangga  kita yang meminjam sesuaatu maka kita tidak boleh berbohong dan berkata tidak punya. Prinsipnya kita harus mengembalikan barang pinjaman secepat mungkin.

 


Perumpamaan ini mengajarkan satu hal kepada kita bahwa sikap tidak tahu malu si peminjam roti itu akhirnya membuahkan hasil yaitu ia dipinjamkan. Pada ayat 8, orang yang meminjam roti itu bersikap tidak malu bukan untuk diri sendiri tetapi ia tidak malu untuk kepentingan orang lain. Ia meminjam 3 roti bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk tamunya makan. Ia mencari kebaikan untuk orang lain. Kita sebagai orang percaya juga harus selalu mencari kebaikan untuk orang lain. Jangan hanya tahu meminta untuk diri sendiri. Jikalau kita mempunyai saudara yang kekurangan  kita harus membantu menyelesaikan masalahnya.

 


Tetangga yang didatangi untuk dipinjami roti itu, ia memiliki alasan untuk tidak meminjamkan, yaitu: 1) jangan mengganggu; 2) pintu rumahnya sudah ditutup (rumah zaman itu hanya ada satu ruang saja dimana siang untuk ruang makan dan malam untuk tidur); 3) anak-anaknya sudah tidur sehingga ia mengatakan ”aku tidak dapat bangun memberikan kepadamu.” Ia tidak bilang ia tidak punya (ia tidak berbohong).


Di dalam berdoa, kita tidak boleh hanya meminta dan meminta saja selain meminta minta ampun dan mengaku dosa. Permulaan doa kita haruslah untuk Kerajaan Allah. Kita juga tidak boleh hanya berdoa untuk diri sendiri tetapi berdoalah untuk orang lain.

 

 

Ada seorang Jerman yang belum bisa berbahasa Inggris diutus Tuhan untuk melayani di Inggris. Ia hidup sampai sampai umur 90 lebih dan meninggal di Inggris. Orang ini mencukupi kehidupan 10.000 anak-anak panti asuhan. Akan tetapi, ia tidak pernah meminta bantuan kepada orang. Ia mempunyai sebuah buku yang kosong yang ia isi setiap hari. Sebelum ia tulisi bukunya ia bagi halaman kosong di buku itu menjadi 2 kolom. Kolom sebelah kiri ia isi dengan doa permintaan kepada Allah dan yang sebelah kanan ia isi kapan Allah menjawab permintaannya. Isi permintaan doanya beribu-ribu jumlahnya dan jawaban Allah juga beribu-ribu banyaknya. Ia membagikan 4 juta traktat dan 10 ribu Alkitab dan khotbahnya telah didengar oleh 3 juta orang. Dia adalah George Muller.

 


Pada ayat 1 dikatakan Yesus berhenti berdoa, padahal kita diajar untuk tidak boleh berhenti berdoa (1 Tes 5:17). Ini bukanlah suatu kontradiksi tetapi artinya kita berdoa untuk 1 hal demi 1 hal. Setiap masalah dan syukur kita doakan. Setelah berhenti, kita lanjut lagi dengan doa untuk hal lain. Mazmur 5:22 mengatakan bahwa setiap kekwatiran kita harus diserahkan kepada Allah.

 


Inti pengajaran Yesus mengenai doa melalui perumpamaan ini adalah:


1) 1) Mintalah pengampunan dosa,

2) 2) Berdoalah untuk orang lain dan janganlah jemu berdoa!

 


Diringkas oleh Elizabeth Elson, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Saturday, 08 February 2014 13:25