Mari Kita Bangun dan Bekerja Bersama PDF Print E-mail
Written by Rev Elyakin Phang Khin Sui   
Saturday, 01 March 2014 13:20

Ringkasan Khotbah 23 Februari 2013


Mari Kita Bangun dan Bekerja Bersama

Lukas 10:1-7

Oleh : Pdt. Elyakin Phang

 


Nehemia adalah tokoh Perjanjian Lama yang bekerja melayani Tuhan. Ketika ia menerima laporan bahwa Yerusalem rusak berat dia sangat sedih. Tidak hanya sedih, dia juga berdoa. Lalu ia meminta izin Raja Ahasyiweros untuk ke Yerusalem. Ternyata benar kota itu sudah hancur. Lalu ia menghimpun semua orang Yahudi di situ  untuk membangun kembali tembok dan memperbaiki ketidakadilan di masyarakat sehingga terjadilah reformasi dan pembangunan.

 


Lukas 10:1-7 pararel dengan Matius 9:37. Tuhan Yesus memerlukan lebih banyak pekerja yang mau bekerja karena gandum sudah memutih. Firman Tuhan berkata ladang sudah menguning tapi pekerja sangat sedikit maka mintalah pekerja kepada Tuhan. Perkataan ini sungguh tepat jika kita melihat kondisi gereja saat ini dimana anggota jemaat begitu banyak sedangkan hamba Tuhan sedikit. Tuhan memerintahkan orang percaya supaya bangun dan bekerja.

 


Lukas 10:1, Yesus menunjuk 70 murid yang lain lalu mengutus mereka berdua-dua untuk mendahului-Nya memberitakan Injil. 70 murid dibanding 12 rasul itu 6 kali lipat. Orang Yahudi mempunyai angka-angka tertentu. Musa menunjuk 70 wakil karena ia seorang diri tidak mungkin melayani jutaan orang, Setelah ia dinasehati mertuanya Yitro untuk memilih kelompok pemimpin 1000, 100, 50 dan 10, yang takut Tuhan dan benci suap. Jika pemimpin banyak maka pekerjaan lebih cepat diselesaikan. Pepatah Cina mengatakan bahwa banyak tenaga maka dapat menanam lebih sedangkan jika sedikit itu seperti saat imlek (karena makanan terasa banyak). Orang Yahudi mempunyai dewan tertinggi yaitu Sanhenrin yang terdiri dari 70 orang. Angka 70 melambangkan kelompok pemimpin yang sempurna.

 


Ada acara TV yang menayangkan “Barangsiapa tertarik datang dan bekerjalah dengan kami.” Di gereja, kita dapat mengakan ”yang berminat silakan turun tangan bersama-sama melayank” karena kata “berminat” bukan kata yang tepat. Melayani itu bukan berdasarkan suka atau tidak. Melayani Tuhan adalah kewajiwan setiap orang percaya. Kewajiban itu seperti orang harus makan kalau tidak makan maka bisa mati. Kita dipanggil sebagai orang Kristen supaya kita berbuah baik dan melayani demi kepentingan orang lain. Rasul Paulus berkata bahwa dia adalah rekan yang bekerjasama dengan Tuhan. Kalau kita sedang melayani, kita sedang bekerja sama dengan raja segala raja. Tuhan tidak melihat besar kecilnya pekerjaanmu tapi setia atau rajinkah kamu melakukannya. Tuhan ingin  bekerja sama dengan semua anak-anak-Nya.

 


Prinsip Melayani Tuhan


1. Pekerjaan itu sangat mendesak

Manusia mulai bekerja saat Tuhan menempatkannya di Taman Eden. Tuhan mendelegasikan pekerjaan-Nya kepada manusia. Tuhan ingin manusia mengurusi Taman Eden. Dia ingin manusia bekerja dengan rajin. Tuhan menciptakan langit dan bumi 6 hari lamanya dan pada hari ke-7 hari perhentian yaitu untuk kita beribadah seperti yang tertulis dalam 10 Humum yaitu Hukum ke-4. Hari ke-7 di sebut hari Tuhan artinya sepanjang hari harus kita khususkan untuk beribadah dan  jangan digunakan untuk tamasya. Kalau kita bekerja, bekerjaalah dengan rajin dan sekuat tenaga .  II Tes 3: 10 Paulus menasehatkan,  kalau tidak mau bekerja jagan makan.  Amsal 6:6, Tuhan mengatakan, ”Hai pemalas belajarlah dari semut yang kecil.” Semut mengumpulkan makanan pada musim panas untuk disimpan di gudang sehinggga pada musim dingin mereka punya persediaan makanan. Ada 4 kebutuhan pokok manausia: 1) makanan; 2) pakaian; 3) rumah; 4) transportasi. Semua itu perlu biaya. Manusia juga  punya 2 kebutuhan dasar yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan rohani dipenuhi dengan tiap hari membaca Firman. Kebutuhan rohani lebih penting dari kebutuhan jasmani.

 


Yohanes 4:34 mengatakan barangsiapa yang melakukan pekerjaan Tuhan berdasarkan firman-Nya mereka itulah yang menjalankan perintah Tuhan. Tuhan meminta kita untuk melihat sekeliling kita yang seumpama ladang yang sudah memutih yang harus dipanen. Paulus berkata Tuhan ingin setiap orang percaya bersatu-padu memberitakan Injil. Pekerjaan terbaik di dunia ini adalah memberitakan Injil. Alkitab berkata kalau kita mendapat seluruh dunia tapi kehilangan jiwa kita dengan apakah kita menggantinya. Jika kita membawa 1 orang saja percaya Yesus nilainya lebih berharga dari semua harta di dunia ini. Paulus menasehati orang percaya untuk rajin bekerja dalam pelayanan.  Dunia ini suatu saat akan berlalu dan akhirnya binasa. Hanya satu usaha kita yang akan bertahan yaitu pelayanan kita. Maka cepatlah pergi bekerja untuk Tuhan dan jangan tunda lagi. Ada begitu banyak pekerjaan yang menanti kita kalau kita mau bekerja.

 


2. Bagaimana sikap kita bekerja untuk Tuhan

Jangan kalau ada penginjil atau pendeta saja kamu pura-pura rajin bekerja. Jangan bekerja untuk dipuji orang. Jika kita bekerja untuk memuaskan mata orang maka kita adalah orang munafik.  Melayani Tuhan harus rajin dan ada ujung pangkalnya. Kolose 3 :22, ”Muliakanlah Tuhan dalam segala pekerjaanmu. ”

 


3. Prinsip pekerja melayani Tuhan harus rela

Bekerja untuk Tuhan sama prinsipnya dengan memberi persembahan yaitu harus rela.  Amsal 31 mengajarkan bahwa wanita bijak rela melakukan semua pekerjaan rumah tangganya. Demikianlah kita di dalam mengurusi/bekerja untuk Tuhan harus seperti wanita bijak. Paulus mengatakan kalau aku rela melayani aku mendapat hadiah dari Tuhan. Efesus 6 :7, ”Kalau kita rela bekerja kita seperti sedang melayani Tuhan, bukan manusia.” I Pet 5 :2, ”Melayani bukan karena terpaksa  dan bukan untuk mencari nafkah.”


 

4. Melakukan pelayanan harus rendah jantung

Lukas 17:10 mengajarkan bahwa kita bisa saja terlibat dalam dosa kesombongan ketika bekerja untuk Tuhan. Ada orang yang bertanya pada Agustinus, apa nilai moral orang Kristen. Dia menjawab 4 kali ”rendah jantung.” Ada peribahasa kalau kita rendah jantung pasti ada faedahnya, tapi kalau sombong pasti rugi sendiri.  Melayani Tuhan harus punya sikap rendah jantung. Orang yang bekerja pasti tidak kehilangan upahnya meskipun kita bekerja dengan tidak mengharapkan upah. Petrus pernah bertanya pada Yesus, ”kami sudah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Engkau.  apa yang akan kami dapatkan?” Di dunia ini upahmu 1000 kali lipat dan di hidup yang akan datang hidup kekal.

 


Markus 10:30 dan  Mat 10:40-41 mengajarkan bahwa kalau nabi datang kamu menyambut nabi kamu mendapat upah nabi. Jika kamu melayani hamba Tuhan degan segelas air maka Tuhan ingat pekerjaanmu dan kamu mendapat upah. Banyak oanrg mengharapkan hadiahnya sekarang juga tapi hadiah yang akan datang jauh lebih berharga (Matius 5:12; Wahyu 11). Setiap orang yang melayani Tuhan akan mendapat upah kalau ia bekerja dengan rajin, tanggung jawab dan rela. Selama kita masih bernafas kita harus melayani Tuhan. Semakin banyak yang melayani semakin baik. Marilah kita semua bahu-membahu bekerja melayani Tuhan. Mulai dari hari ini rajinlah bekerja memberitakan Injil. Gunakanlah kesempatan yang masih tersisa untuk melayani Tuhan.

 


 

Diringkas oleh Elisabet Cong

Last Updated on Saturday, 01 March 2014 13:21
 
Share