Perumpamaan Tentang Pukat PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 08 March 2014 15:49

Ringkasan Khotbah 2 Maret 2013

 


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori:

VI. Allah Menyatakan Diri-Nya adalah Hakim dan Tentang Akhir Zaman:

Perumpamaan Tentang Pukat  (Mat 13:47-52)

Perumpamaan ke 31

Oleh: GS Peter Yoksan


Di dalam Matius 13 terdapat 7 Perumpamaan dari Tuhan Yesus yaitu: 1) Tentang Penabur; 2) Lalang di Ladang Gandum; 3) Biji Sesawi; 4) Ragi; 5) Harta Terpendam; 6) Mutiara Berharga ; 7) Pukat. Khotbah hari ini adalah perumpamaan tentang pukat (Matius 13:47-52) yang berbicara tentang neraka. Enam  ayat Firman Tuhan yang kita baca tadi dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu masing-masing 2 ayat: I) Tentang Pukat (ayat 47-48); II) Arti dari perumpamaan = Neraka (ayat 49-50); III) Usaha Tuhan agar manusia jangan sampai masuk ke neraka (ayat 50-51). Semoga setelah mendengarkan khotbah ini kita dapat sadar bahwa neraka itu benar-benar ada dan kita jangan sampai masuk ke situ.

Bagian pertama: Tentang Pukat (ayat 47-48). Tuhan Yesus mengatakan kerajaan sorga seumpama orang yang memasang/melabuhkan  pukat di laut. Menangkap ikan adalah pekerjaan biasa di Israel. Ada 7  murid Tuhan Yesus yang dulunya berprofesi nelayan. Mereka adalah Petrus, Yakobus, Yohanes, Natanael, Tomas dan 2 yang lain yang tidak disebut namanya. Di Israel ada laut yang besar yaitu Laut Galilea. Dikatakan bahwa mereka berhasil menangkap semua jenis ikan karena semua ikan masuk ke dalam pukat mereka yang luar biasa (super pukat). Setelah berhasil menangkap semua ikan itu, nelayan memisahkan ikan yang baik untuk disimpan dan yang tidak baik dibuang. Ada 4 cara mendapatkan ikan yaitu: 1) Memancing (Matius 17:27) yang hanya bisa mendapatkan 1 ekor; 2) Jala: lebih banyak dapat ikan tetapi hanya diperlukan satu orang, hasilnya juga terbatas ; 3) Pukat biasa yang ditaruh di laut; 4) Pukat super: Inilah yang Tuhan Yesus maksudkan di sini, yaitu pukat yang menangkap semua  jenis ikan di laut.

 


Bagian kedua: Arti Perumpamaan (ayat 49-50). Tuhan Yesus mengatakan pada akhir zaman malaikat-malaikat akan datang untuk memisahkan orang jahat dan orang benar. Ikan yang baik melambangkan orang percaya, ikan yang tidak baik melambangkan orang tidak percaya. Titik berat pada bagian ini bukan berbicara tentang orang percaya tetapi menekankan pada orang yang tidak percaya yaitu ikan yang tidak baik  yang setelah dipilih akan dibuang ke dalam api untuk dibakar (ayat 50). Di sanalah akan terdapat ratap tangis dan gertak gigi. Ini mengajarkan bahwa neraka itu betul-betul ada dan Allah tidak ingin kita ke sana karena neraka adalah tempat yang paling menderita untuk selama-lamanya. Di dalam mengajar, Tuhan Yesus banyak berbicara tentang nereka, alasannya: 1) Hanya Yesus yang tahu pasti tentang neraka; 2) Banyak terjadi kesesatan tentang neraka sehingga Tuhan Yesus harus menjelaskannya; 3) Tuhan Yesus mau kita sadar bahwa neraka adalah tempat yang penuh ratap tangis dan kertak gigi; 4) Pada akhir zaman malaikat akan melakukan pemisahan antara orang percaya/ikan baik dan yang tidak percaya/ikan yang tak baik  (Imamat 11:11, Ulangan 14:9); 5) Ada dua macam kebangkitan pada saat Tuhan Yesus datang kembali yaitu: a) kebangkitan pertama untuk orang percaya dan mereka akan diberikan tubuh mulia; b) kebangkitan kedua yaitu mereka yang tidak percaya akan dibangkitkan untuk dihakimi dan mendapatkan hukuman yang kekal.

 


Di dalam Injil Matius diajarkan tentang Allah adalah hakim orang yang hidup dan yang mati. Apa yang akan  Yesus lakukan ketika Ia datang kembali 5 kali dibicarakan dari awal hingga akhir Injil Matius. Orang percaya akan bersama Yesus menghakimi dunia ini dicatat di: 1) Pembukaan terdapat di Matius 1-3:7-12 tentang khotbah dari Yohanes pembabtis yang mengajarkan bahwa orang yang tidak percaya itu seperti pohon yang ditebang lalu kemudian dibakar di dalam api; 2) Matius pasal 5-7 tentang orang tidak percaya yang diibaratkan orang yang membangun rumah di atas pasir sehingga ketika banjir datang maka robohlah rumahnnya karena fondasi tumahnya yang tidak kuat; 3) Pengajaran Tuhan Yesus ke 2 yang terdapat Matius 10:15 yang memberitahukan kita tentang penghakiman atas kota Sodom dan Gomora; 4) Pengajaran ke 3  terdapat di Matius 13:24-30, ayat 36-43,  ayat 47-50; 5) Pengajaran ke 4 di Matius 18:8-9 yaitu pengajaran kepada orang banyak; 6) Pengajaran ke 5 di Matius 23-25 tentang pengahakiman terhadap orang Farisi.

 


Kondisi tentang neraka adalah: apinya kekal; 2) hukumannya kekal; 3) penghukumannya kekal; 4) api tak padam; 5) ulatnya tidak mati; e) apinya tak dapat dipadamkan; f) penuh ratap tangis dan kertak gigi (Matisu 8:5-13; 13:24-30; 13:47-50; 22:1-14; 5:45-51).

 


Bagian ketiga: Usaha Tuhan agar manusaia jangan sampai masuk ke neraka  (ayat 51-52). Jika kita melihat di sekeliling kita banyak orang yang meninggalkan dunia ini setiap hari. Pertanyaannya,apakah yang meninggal itu lebih banyak orang percaya atau yang tidak percaya? Di Perjanjain Baru ada 45 kali dikatakan tentang neraka. Dari Injil Matius sampai Yohanes ada 7 kali dikatakan bahwa api di nereaka itu tak akan padam dan  ulatnya tak mati (Matius 5:22; 5:30, Markus 9:43-48 tiga kali disebutkan tentang neraka; Lukas 3:17; Yoh 5:29).

 


Setelah perumpamaan ini Tuhan Yesus bertanya kepada para murid apakah mereka mengerti dan mereka mengatakan mereka mengerti. Jikalau telah mengerti, artinya mereka harus bekerja/berusaha menarik orang untuk keluar dari api (Amos 4:11, Yudas 23). Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan kepada para murid bahwa supaya orang mengerti tentang Kerjaan Sorga maka mereka harus mengajar Perjanjian Baru (mengeluarkan perbendaharaan harta baru) bukan hanya Perjanjian Lama seperti orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat yang hanya bisa mengajarkan Parjanjian Lama (perbendaharaan harta lama).

 


Diringkas oleh Rudy Rus

Last Updated on Saturday, 08 March 2014 15:52
 
Share