Penyewa Anggur yang Jahat (Perumpamaan ke-35) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Sunday, 20 April 2014 06:21

Ringkasan Khotbah 13 April  Tahun TUHAN 2013

 

40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori:

VI. Allah menyatakan Diri-Nya Hakim & Tentang Akhir Zaman:

Penyewa Anggur yang Jahat (Perumpamaan ke-35)

Markus 12:1-12

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan

 

Di dalam Markus 11 dikatakan bahwa Yesus mengutuk pohon ara yang melambangkan orang Israel

yang  tidak  menghasilkan  buah  pertobatan  dan  tidak  memuliakan  A llah.  Kemudian  Yesus  masuk  ke  Bait

Allah  untuk  mengusir para  pedagang  di  sana.  Orang  Farisi  bertanya  kepada  Yesus,  “Dari  manakah  kuasa

Engkau?”  Mereka  merasa  sangat  marah  kepada  Yesus.  Yesus  berkata  kepada  mereka  bahwa  Bait  Allah

adalah Rumah Doa tetapi engkau jadikan tempat berdagang. Mereka bertanya banyak hal untuk menjatuhkan

Yesus.  Beberapa  pertanyaan  adalah  perlu  tidaknya  membayar  pajak  kepada  kaisar  dan  apakah  ada

kebbangkitan  orang  mati.  Namun  Yesus  penuh  dengan  hikmat  menjawab  pertanyaan  mereka  dengan

memberikan  pertanyaan  kembali,  ”Dari  manakah  kuasa  Yohanes  Pembabtis  membaptis  orang?  Apakah

kuasanya datang dari atas atau dari manusia?” Mereka tahu bahwa kuasa Yohanes Pembaptis datang dari atas

namun mereka tidak menjawab Yesus dan dengan bohong mengatakan “kami tidak tahu” karena mereka tahu

bahwa jika mereka menjawab ”dari atas” maka Yesus akan bertanya kembali “mengapa engkau tidak percaya

bahwa  kuasa-Ku  juga  datang  dari  atas?”  Dan  jika  mereka  menjawab  ”dari  manusia”  maka  mereka  takut

kepada orang banyak yang juga percaya bahwa kuasa Yohanes Pembaptis berasal dari atas.

Orang percaya akan mendapatkan ”8 Bahagia” seperti yang terdapat di Matius 5. Akan tetapi jika

kita  kita seperti orang Israel yang menolak Yesus maka kita pasti akan mendapat ”8 Kutuk” dari Allah.

 

 

Markus 12:1-12 dapat dibagi menjadi 5 bagian:

 

1. Tentang penyewa kebun anggur yang jahat (ayat 1-8)

Kebun  anggur  melambangkan  orang  Israel.  Budak-budak  melambangkan  para  nabi  yang  diutus

Allah. Putra pemilik kebun melambangkan Yesus. Di Israel terdapat banyak kebun anggur yang tidak terurus,

jadi  kebun-kebun  itu  disewakan  kepada  orang  supaya  dapat  memberikan  hasil.  Antara  pemilik  dengan

penyewa  kebun  biasanya  disepakati  system  bagi  hasil  dimana  penyewa/penggarap  mendapat  75%  dan

pemilik  25%  hasil  panen.  Pada  saat  panen  maka  pemilik  kebun  akan  datang  untuk  menagih  hasilnya.

Dikatakan  bahwa  setelah  beberapa  lama,  pemilik  mengirim  budaknya  untuk  mengambil  bagian  hasil

anggurnya, namun para penyewa memukuli budak itu sehingga ia  pulang dengan tangan hampa dan terluka.

Pemilik kebun tidak putus asa, ia mengirim lagi budaknya, namun budak itu dipukuli sampai terluka. Pemilik

kebunpun  mengirim  lagi  budak  lain  namun  budak  itu  tidak  hanya  dipukuli  bahkan  dibunuh.  Akhirnya

pemilik  mengirim  putranya  yang  ia  kasihi  dengan  pikiran  bahwa  para  penyewa  itu  akan  segan  kepada

putranya namun mereka membunuh juga putra pemilik kebun itu. Ini merupakan gambaran dari orang Israel

yang sangat berdosa dan Allah berkali-kali  mengutus para nabi kepada mereka tapi para nabi itu ditolak dan

dibunuh oleh mereka.

Para nabi itu antara lain adalah:

1) Isebel (permaisurui Ahab) membunuh banyak nabi

(I   Raja-raja  18:3-4)  bahkan  Nabi  Elia  juga  hendak  dibunuhnya  sehingga  Elia  kabur  dan  berjalan  kaki  ke

Gunung  Sinai  dengan   tidak  makan  selama  40  hari;

2)    Hanani  mengkritik  raja  Asa  dan  kemudian  ia dipenjarakan oleh Raja Asa (II Tawarikh 16:17);

3) Zakaharia dibunuh oleh Yoas karena Yoas dan rakyatnya ditegur  oleh  Firman  Tuhan  melalui  Zakharia  (II  Tawarikh  24:20-22);

4)  Uriah  dipenjarakan  oleh  raja Yehoiakim karena menegur kejahatan yang telah dilakukan oleh raja dan kemudian nabi ini dibunuh (Yer 26:20-30);

5) Yohanes Pembaptis dipenggal kepalanya karena menegur dosa Herodes yang mengambil isteri

adiknya sendiri.

 

 

2. Test dari Yesus dalam perumpamaan penyewa kebun anggur yang jahat (ayat 9)

Setelah memberikan perumpamaan ini Yesus bertanya, ”Apakah yang akan dilakukan oleh pemilik

kebun  itu?”  Tanpa  menunggu  jawaban  mereka  Yesus  mengatakan   bahwa  pemililk  kebun  itu  akan

membinaskan para penyewa kebun yang jahat itu dan memberikan kebun itu kepada orang lain.

 

 

3. Perumpamaan ini merupakan penggenapan dari Mazmur (ayat 10-11)

Putera  pemilik  kebun  melambangkan  Yesus  yang  telah  dikirim  ke  dunia.  Mazmur  12:10

mengatakan bahwa batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal ini telah

sunguh-sungguh terjadi oleh karena karya Tuhan sehingga hal itu menjadi hal yang ajaib bagi kita.

 

 

4. Pengambil-alihan kembali kebun anggur oleh pemilik dan pemberian hukuman (Mat 21:43-44)

 

Matius  21:43-44  memberitahukan  bahwa  kebun  akan  diberikan  dan  disewakan  kepada

penyewa  lain  yang  tidak  mempunyai  niat  jakat  supaya  dapat  memberikan  hasil  kepada  tuan  kebun.

Artinya Injil yang telah ditolak oleh orang Israel itu kemudian Allah berikan kepada orang percaya di

seluruh  dunia  supaya  dapat  menghasilkan  buah  yaitu  buah  pertobatan  pada  saat  seseorang  percaya

Yesus.

 

 

5. Reaksi para pemimpin Israel atas perumpamaan ini (ayat 12)

Para  pemimpin  Israel  itu  mengerti  bahwa  yang  Yesus  maksudkan  pada  perumpamaan  ini

adalah  mereka.  Namun  respon  mereka  terhadap  teguran  Yesus  melalui  perumpamaan  ini  bukannya

bertobat tetapi sebaliknya mereka: 1) berusaha menangkap Yesus; 2) takut kepada orang banyak. Inilah

reaksi  mereka  yang  tidak  boleh terjadi pada  kita  ketika  mendapat  teguran  Tuhan.  Saat  mereka  sadar

bahwa yang Yesus maksudkan pada perumpamaan itu adalah mereka maka seharusnya segera bertobat

dan takut kepada Allah bukan sebaliknya takut kepada manusia.

 

 

Marilah  kita  menjadi  orang  percaya  yang  menghasilkan  buah  untuk  Tuhan  dengan

mengabarkan Injil kepada orang-orang yang belum percaya. Amin.

 

 

Diringkas oleh Eunice Elson, diedit oleh Pipit MJ

 

Last Updated on Wednesday, 23 April 2014 20:19
 
Share