Allah Pencipta Yang Setia PDF Print E-mail
Written by Ev Ajin Thu, STh   
Saturday, 24 May 2014 14:23

Ringkasan Khotbah 18 Mei 2014

Mazmur 119:73-80

Allah Pencipta yang Setia

Khotbah oleh: GI Ajin Thu, S Th

 

 

Tema mengenai Allah pencipta yang setia sebenarnya adalah tema yang luas. Mungkin dalam seminggu penuh tak akan selesai dibahas. Tetapi hari ini kita hanya akan membahasnya dari Mazmur 119:73-80. Sebagai orang percaya, tentu kita dapat merasakan kesetiaan Allah dan tidak ragu akan kesetiaan Allah pencipta dalam kehidupan kita. Walaupun di luar sana ada banyak yang meragukan/menyangkal Allah pencipta, misalnya melalui teori evolusi yang dipopulerkan Charles Darwin, kita tetap yakin Allah yang menciptakan kita. Penciptaan oleh Allah sudah jelas dinyatakan dalam Kejadian pasal 1. Manusia diciptakan dari debu tanah, bukan berasal dari kera. Kita tidak diciptakan seperti binatang yang diciptakan dengan satu model yang dicetak berulang-ulang. Jutaan manusia wajahnya dan tubuhnya berbeda-beda, bahkan yang kembar sekalipun. Masing-masing kita diberikan wajah dan tubuh yang unik oleh Tuhan dan karena itu harus kita syukuri.

 

Dalam bagian firman Tuhan ini, pemazmur minta pengertian dari Allah, karena pemazmur sadar Allah yang memberikan keputusan hukum yang adil. Sekalipun tertindas, pemazmur merasa aman karena ada Allah pencipta yang setia. Allah tidak hanya menciptakan, tetapi juga memelihara umatnya dan ciptaannya. Bukan hanya itu saja, tapi Allah juga memilih manusia untuk diselamatkan. Dengan cara ini Tuhan menunjukkan kasih setianya, sama seperti orang tua yang mengasihi anaknya. Pemazmur mengajak kita menghormati Tuhan dengan takut kepada Tuhan. Takut kepada Tuhan berarti mengakui kewibawaan Tuhan. Pemazmur bersukacita dengan jantung yang tulus dan hidup setia tertuju kepada Tuhan, sama seperti Abraham dan Nuh yang taat dan mengikuti perintah Tuhan. Bagaimana dengan kita? Adakah kita mau hidup setia dan takut kepada Tuhan? Ada tiga hal yang ditekankan dalam Mazmur 119:73-80:

 

Allah adalah pencipta (ayat 73, 74, 79, dan 80)

 

Dalam ayat 73 dikatakan “Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.” Jalan hidup manusia di tangan Tuhan, karena itu sangat penting bagi kita sebagai ciptaan untuk mengerti hukum-hukum Allah, yaitu firman Tuhan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan penyerahan yang tulus dan tak beraduk. Hanya dengan cara demikian kita bisa menghayati Allah. Sang Pencipta berharap kita bisa sadar dan takut akan Dia serta hidup bertumpu kepada firman Tuhan. Ayat 74 mengatakan “Orang-orang yang takut kepada-Mu melihat aku dan bersukacita, sebab aku berharap kepada firman-Mu.” Orang yang berharap akan firman Allah adalah orang yang bersukacita. Orang yang senantiasa merenungkan firman Tuhan adalah orang yang berbahagia. Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau belajar dari teladan pemazmur? Firman tuhan memberikan kita kekuatan dan sukacita. Dalam ayat 79 dikatakan “Hendaklah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.”. Artinya pemazmur ingin mengajarkan firman Allah kepada orang-orang yang takut kepada Tuhan dan tahu peringatan-peringatan Tuhan supaya mereka dapat berbalik dan tahu akan perintah-perintah Tuhan. Kalau kita sadar Tuhan pencipta kita, kita akan selalu menjadikan Tuhan sebagai dasar segala aspek kehidupan kita. Kita tidak akan pernah lupa untuk merenungkan firman Tuhan setiap saat. Apakah kita punya semangat untuk mengajarkan firman Tuhan seperti pemazmur? Maukah kita mengajar orang-orang yang masih di luar kristus? Apakah kita rindu untuk mengajar mereka?

 

Allah setia kepada umat-Nya (ayat 75 dan 78)

 

Dalam ayat 75 dikatakan “Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan.” Sementara dalam ayat 78 dikatakan “Hendaklah orang-orang yang kurang ajar mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu.” Kita hidup di dunia ini bukan hal yg mudah, ada saja penderitaan dalam hidup kita. Apa yang menjadi makna penderitaan bagi kita? Ada orang yang lari dari pederitaan. Ada 3 sebab orang menderita: menderita karena salah sendiri, menderita karena diakibatkan orang lain, dan menderita karena Kristus. Kalau kita menderita karena Kristus, itu bagus. Karena apapun yg kita alami, kita percaya Tuhan tetap setia kepada umat-Nya dan tidak bertindak sewenang-wenang. Dia pasti akan memperhatikan umatnya. “Penindasan dalam kesetiaan” dari Tuhan yang dikatakan pemazmur sebenarnya adalah ujian dan pelajaran supaya kita selalu ingat akan Tuhan, supaya kita kembali pada Tuhan, dan supaya kita mengandalkan Tuhan. Pemazmur mendapat penderitaan bukan karena kesalahannya tetapi karena orang yang bengkok dan kurang ajar berlaku sewenang-wenang kepadanya. Seringkali orang tidak sabar dalam pemderitaan dan mulai mencari hal-hal di luar Tuhan karena mereka berpikir Tuhan tidak setia dan meninggalkan mereka. Padahal sebenarnya seringkali kita yang tidak setia, kita yang meninggalkan Tuhan. Tuhan selalu berlaku setia dan adil. Adil di sini bukan seperti roti dipotong sama besar karena Adil menurut ukuran Tuhan tidak sama dengan adil menurut ukuran manusia. Itulah sebabnya sangat penting bagi kita untuk memohon kepada Tuhan supaya Tuhan memberikan kita hikmat dan pengertian tentang firman Tuhan. Pemazmur mendapat banyak tekanan dan cobaan tetapi dapat bersukacita karena ada janji Tuhan dan setia pada firman Tuhan. Pemazmur percaya dengan janji setia Tuhan. Bagaimana dengan kita? Adakah kita setia pada firman Tuhan? Apakah kita tetap teguh dalam penderitaan? Jangan sekali-kali kita meninggalkan Tuhan.

 

Allah memberikan jaminan penghiburan (ayat 76 dan 77)

 

Dalam ayat 76 dan 77 dikatakan “Hendaklah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu. Hendaklah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku.” Allah memberikan jaminan penghiburan dengan rahmat yang dapat diandalkan dan dipercaya. Janji Tuhan itu pasti, tidak pernah gagal, pasti ditepati. Tidak seperti janji manusia yang dapat berubah-ubah oleh karena berbagai situasi dan kondisi. Pada ayat 77 dikatakan jiwa pemazmur yang susah bergemar di dalam Taurat Tuhan. Jika hidup dalam Taurat Tuhan, hidup yang susah bisa menjadi sukacita. Pemazmur sudah mengalami banyak karya Tuhan dalam hidupnya sehingga pemazmur punya keyakinan akan janji firman Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita percaya akan janji firman Tuhan? Apakah kita saat ini dalam jiwa yang susah? Milikilah firman Tuhan dalam hidup kita. Banyak orang menyesal hanya mendambakan kesembuhan tubuhnya. Mereka hanya memperhatikan dari sisi luarnya. Tetapi sebenarnya yang penting adalah kesembuhan jiwa. Saya pernah mampir ke satu toko dan bertemu remaja yg bekerja di sana. Saya tanyakan mengapa dia tidak bersekolah lagi. Dijawabnya sekolah tinggi-tinggi sekalipun tidak berguna karena tidak ada kerja, yang berarti tidak ada penghasilan. Karena terlalu mengejar kebutuhan jasmani, remaja ini sampai tidak sekolah lagi. Kita seharusnya jangan terlalu khawatir hal-hal jasmani, karena yang lebih penting kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Kalau terlalu mengerjar materi dan mengabaikan kebutuhan rohani, jiwa kita bisa tidak sehat dan kita bisa saja menjadi tidak waras. Orang yang tidak waras itu rohaninya yang sakit. Menurut penelitian di Amerika Serikat orang-orang yang membaca Alkitab lebih sehat daripada mereka yang tidak membaca. Itu karena kebutuhan rohaninya terpenuhi. Kalau kita mau hidup baik kita harus memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani secara seimbang. Firman Tuhan itu seperti nutrisi bagi rohani kita. Sudahkah kita makan makanan rohani secara teratur dengan merenungkan firman Tuhan dengan rutin? Firman Tuhan adalah penghiburan bagi kita di saat susah. Karena ada penghiburan Tuhan kita bisa berseru kepada-Nya dan tidak perlu mengadu ke luar Tuhan atau mencari penghiburan di luar Tuhan.

 

Sudahkah kita sadar Allah adalah pencipta setia yang memberikan jaminan penghiburan? Marilah kita berserah kepada Allah pencipta dan marilah kita setia juga kepada Allah yang sudah setia pada kita.

 

 

Diringkas oleh Astro Alpha Liecharlie

Last Updated on Saturday, 24 May 2014 14:36
 
Share