Perumpamaan Tentang Ragi (Perumpamaan ke 38) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Saturday, 07 June 2014 11:13

Ringkasan Khotbah 1 Juni Tahun TUHAN 2013

 


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori

VII. Allah Mengajarkan Tentang Gereja-Nya & Kerajaan-Nya

Ragi (Perumpamaan ke-38)

Matius 13:33, Lukas 13:20-21

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan

 


Matius 13 dan Lukas 13 berbicara tentang kerajaan Allah atau kerajaan sorga. Injil Matius menggunakan istilah “Kerajaan Sorga” karena orang Yahudi tidak berani sembarangan menggunakan nama Allah. Akan tetapi dalam Injil yang lain  digunakan istilah “Kerajaan Allah” yang artinya sama dengan kerajaan sorga. Negara haruslah mempunyai pemimpin, rakyat, wilayah serta undang-undang. Untuk gereja, Yesus adalah rajanya. Di Matius 10:42,  Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk melayani bukan untuk dilayani. Saat ini banyak calon presiden atau caleg yang mengumbar janji untuk melayani rakyat yang tidak pasti akan ditepati. Akan tetapi gereja itu melayani bukan untuk dilayani. Gereja tidak mempunyai tentara seperti sebuah negara, tetapi kelak ketika Yesus datang kembali maka malaikat menjadi tentara Yesus dan orang percaya yang akan  melayani Yesus dan akan bersama-sama memerintah dengan Yesus.


Di dalam Matius 13, Yesus memberikan kita 7 perumpamaan tentang kerajaan sorga. Angka 7 adalah angka sempurna Tuhan. Ke 7 perumpamaan itu adalah:

1) Penabur, yang mempunyai hubungan dengan perumpamaan ke-7, penabur menebarkan benih  ke semua tempat yang mempunnyai 4 jenis tanah yang melambangkan Firman Tuhan disebarluaskan ke segala tempat;

2) Lalang di antara gandum yang melambangkan gereja ada ditengah-tengah dunia;

3) Satu biji  sesawi, yang memberitahukan  bahwa hal kerajaan sorga dipandang rendah oleh orang akan tetapi dari yang terkecil akan menjadi terbesar, artinya terjadi pertumbuhan secara kuantitas/jumlah dimana Injil terus  disebarluaskan ke seluruh bumi seperti Bahasa Indonesia yang dipakai Tuhan menjadi Bahasa Nasional untuk menerjemahkan Injil sehingga kini Injil telah berbuah 30, 60 dan100 kali lipat;

4) Ragi, melambangkan pertumbuhan gereja secara kualitas/mutu;

5) Harta terpendam, yang melambangkan bahwa kerajaan sorga adalah barang  yang  paling berharga di dunia;

6) Mutiara, melambangkan hal kerajaan sorga adalah hal yang paling indah;

7) Pukat super, yang berkaitan dengan perumpamaan ke-1, yaitu pada akhir zaman malikat akan menjaring semua orang di dunia, sebagian diselamatkan dan yang sebagian lagi akan dihakimi. Inilah pengajaran yang lengkap dari Yesus mengenai kerajaan sorga dalam 7 perumpamaan di Matius 13.

 


Di Matius 13:31-35 terdapat 2 perumpamaan yang mengajarkan tentang tentang pertumbuhan gereja dimana yang pertama adalah tentang satu biji sesawi dan yang kedua pada ayat 33 tentang ragi. Dikatakan bahwa hal kerajaan sorga seumpama ragi yang diambil oleh seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya. Pekerjaan ragi seperti pekerjaan gereja. Ragi digunakan untuk membuat roti dengan perbandingan 2,5 gram ragi berbanding 500 gram tepung (1:200).  Tiga sukat tepung adalah kebiasaan orang Yahudi untuk membuat roti seperti Abraham yang memerintahkan Sarah untuk membuat roti dengan tiga sukat tepung yang terbaik (yang baru dipetik)  agar dapat menjamu Yesus (dalam rupa Pra-Inkarnasi) dan 2 malaikat   (Kejadian 18:6). Itu artinya kita harus memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Pengkhotbah mempunyai kebiasaan untuk menyimpan uang kembalian terbaru dan terbagus untuk dijadikan uang persembahan pada hari Minggu.

 


Arti dari kerajaan sorga adalah:

1) di PL kerajaan sorga tidak disebut, pertama kali diberitakan oleh Yohanes Pembaptis (Mat 3:2) dan Yesus (Mat 4:17);

2) di PL, disebut Kerajaan Para Imam (Kel 19:6);

3) Mazmur 47:8 , Yesus adalah raja dari seluruh dunia;

4) disebut juga Kerajaan Kekal (Mazmur 145:13);

5) memerintah semua (Mazmur 103:19);

6) akan memerintah seluruh generasi (Mazmur 145-13);

7) yang memerintah dalam kerajaan sorga adalah Allah sendiri (Yesaya 52:7, Dan 2:44; 7:14,27; Wahyu 19:6);

8) Lukas 23:42, kerajaan sorga walaupun dipandang rendah akan tetapi akan disebarluaskan ke seluruh bumi;

9) ragi dipakai tiap hari untuk membuat  roti agar lunak dan enak dikunyah. Malam sebelumnya, adonan tepung akan dicampurkan dengan ragi. Ragi itu akan mengikat dan membuat gelumung-gelumbung gas karbon dioksida sehingga di dalam roti terdapat bola-bola udara;

10) Jamur berukuran 4 mikro meter, digunakan untuk mengembangkan roti dan juga menyuling karbohidrat menjadi alkohol (arak beras).

 


Ragi melambangkan Firman Tuhan yang harus kita baca setiap hari. Orang Yahudi menggunakan ragi untuk membuat roti setiap hari kecuali pada Perayaan Paskah mereka makan roti tidak beragi selama 7 hari.   Dengan  demikian,  artinya:

1) setiap  hari  kita  harus  membaca  dan  merenungkan  Firman  Tuhan(Ulangan 6);

2) kita harus belajar Firman Tuhan, dimulai oleh orang tua yang mengajarkan anak-anak;

3) Yesus memberikan teladan yang baik, yaitu setiap hari mengajarkan Firman Tuhan ke seluruh kota dan desa serta seluruh Israel (Markus 6:56);

4) Paulus mengajar Firman ke seluruh jemaat ;

5) Paulus mengajarkan Firman Tuhan dengan lengkap dan sempurna (Kisah 20:27);

6) kita harus belajar Firman Tuhan yang murni karena sekarang banyak sekali ajaran palsu seperti Saksi Sesat Yehova. Oleh karena itu untuk membekali jemaat, di gereja kita diadakan sekolah minggu/kebaktian-kebaktian, group pemahaman Alkitab dan kelas malam STARA;

7) membaca Firman secara pribadi dan mengadakan kebaktian keluarga di rumah dan bagi anak-anak kita sudah bisa membaca kita belikan Alkitab.

 


Paulus mengatakan bahwa setiap orang Kristen haruslah dapat mengerti semua Firman Tuhan (Kisah 20:28). Gereja diumpamakan seperti ragi karena kalau kita belajar Firman Tuhan maka gereja akan berkembang secara kualitas dalam aspek-aspek ”ABCDEFG” yaitu:

A) Apostolik: berdasarkan yang diajarkan Yesus dan Para Rasul ( II Tim 2:2);

B) Biblical/Alkitabiah (Efesus 4:11), gereja kita berdasarkan Alkitab;

C) Creedal/Pengakuan Iman Rasuli (Yoh 20:30-31);

D) Doktrinal (Kisah 20:27) gereja harus mengajarkan pengajaran murni secara lengkap;

E) Evangelical/Injili (Mat 28:18-20), gereja harus memberitakan Injil, berkhotbah satu kali di mimbar harus juga kabarkan Injil satu kali di luar;

F) Fundamental (I Kor 15:58, Efesus 2:20), dasar gereja adalah Firman Tuhan. Gereja kita tidak bekerja sama dengan gereja lain yang sudah menyimpang dari iman yang murni;

G) Growth (bertumbuh dalam segi mutu setelah itu jumlah: orang percaya ditambahkanNya).

 

Semoga Tuhan membantu gereja kita untuk bertumbuh secara kualitatif dan kuantitatif Amin. (Diiringkas oleh Hendriana)

Last Updated on Saturday, 07 June 2014 11:18
 
Share