Mutiara (Perumpamaan ke-40) PDF Print E-mail
Written by Peter Yoksan   
Wednesday, 16 July 2014 10:04

Ringkasan Khotbah 15 Juni Tahun TUHAN 2013


40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori:

VII. Allah Mengajarkan Tentang Gereja-Nya & Kerajaan-Nya:

Perumpamaan Mutiara (Perumpamaan ke-40)

Matius 13:44-46

Oleh: Gembala Sidang Peter Yoksan


Di dalam Matius 13 terdapat 7 perumpamaan Yesus tentang kerjaan sorga. Dari ketujuh perumpamaan itu terdapat 3 pasang perumpamaan dimana yang pertama tentang penabur dan pukat super yang berbicara tentang kemahakuasaan Tuhan. Yang kedua perumpamaan satu biji sesawi dan ragi berbicara tentang perkembangan kerajaan Allah yang pasti berkembang bukan hanya di satu tempat tapi di seluruh dunia. Ketiga, tentang hal masuk ke kerajaan Allah dalam perumpamaan harta karun dan mutiara dimana di situ berbicara bahwa hanya ada 2 macam orang di dunia ini yaitu yang percaya akan masuk ke kerajaan Allah dan yang tidak percaya ke neraka. Yesus berulang-ulang memnggunakan perumpamaan mengajar karena manusia cepat lupa. Jika kita sunguh-sungguh percaya Yesus maka perumpamaan Yesus tidak akan membuat kita bosan tetapi sebaliknya sukacita.

Dalam perumpamaan harta karun yang terpendam, orang Yahudi mempunyai kebiasaan untuk tidak memungut kembali buah atau hasil panen mereka yang jatuh supaya orang miskin dapat memungutnya dan menjadi milik mereka. Harta yang terpendam itu bukan milik dari pemilik lahan karena jika itu miliknya tentu dia tidak mau menjualnya. Penyewa yang menemukan harta karun di tanah sewaannya itu pastilah bukan orang yang jahat karena ketika ia menemukan harta itu ia tidak menggali lalu mengambil harta itu lalu menjualnya namun ia menjual dulu semua hartanya baru membeli tanah itu. Dan dia juga tidak secara diam-diam mengambil harta itu tanpa membeli tanah itu.

Matius 13:45-46 dapat dibagi menjadi 5 elemen, yaitu:

  1. Hal kerajaan sorga itu seumpaman satu orang pedagang

    Satu pedagang dalam bahasa Yunaninya anthrophos emporos. Sebagai seorang pedagang, orang ini membeli secara grosir kemudiam baru menjualnya secara eceran. Pada zaman Yesus, yang menjadi pedagang adalah orang jujur. Oleh sebab itu, sebagai orang percaya yang berdagang kita harus jujur, Jangan sampai menekan orang untuk menjual kepada kita semurah-murahnya dan kita menjual semahal-mahalnya.

  2. Yang menacari mutiara yang indah/bagus

    Sebagai orang percaya kelak kita akan tinggal di Yerusalem Baru dan yang berpintu gerbang 12 buah. Di kota yang berbentuk kubik itu (panjang, lebar dan tingginya sama yaitu 2400 meter persegi), terdapat 4 dinding yang di setiap sisinya terdapat 3 pintu gerbang dan di setiap pintu gerbang terdapat satu mutiara. Matius 7:6 mengatakan janganlah kita melemparkan mutiara berharga kepada babi supaya jangan diinjak-injaknya karena ia tidak tahu mutiara itu berharga.

    Mutiara sangat berharga di Mesir, Iran, Irak, Roma dan Israel. Untuk memperoleh mutiara orang harus menyelam ke dasar laut mencari kerang mutiara. Proses terbentuknya mutiara pada kerang dimulai dari masuknya sebuah pasir ke dalam tubuh kerang yang lunak dan melukainya sehingga kerang itu mengeluarkan cairan yang menutupi pasir itu hingga lama-kelamaan menjadi mutiara. Mutiara indah karena dipakai sebagai perhiasan dan mahkota. Ratu Skonlandia Mary yang beragama Protestan, rekan kerja John Knox juga memakai kalung mutiara.

    Pedagang ini mencari mutiara dan menemukan mutiara yang begitu indah (kalus margaritas = mutiara terbaik). Orang percaya mencari kebenaran Firman Allah (Matius 6:33).

  3. Ditemukannya mutiara yang sangat berharga

    Mutiara yang sangat berharga dalam bahasa Yunaninya polytimon. Dia mencari dan menemukan. Kita harus mencari/meminta sehingga Tuhan memberikan kepada kita. Kalau kita mencari Firman Tuhan maka kita akan mendapatkan, kita mengetok kita akan dibukakan pintu.

    Bagi orang percaya percaya, mengenal Allah adalah hal yang sangat berharga. Mengapa? Itu karena: 1) dari gelap pindah ke terang (Yes 9:1); 2) budak dosa menjadi orang merdeka (Galatia); 3) dulu musuh Allah sekarang kawan Allah (Yoh 15:15); 4) sebelum percaya orang terhilang sekarang pulang (Luk 15); 5) dulu mati sekarang bangkit (I Kor 15); 6) kosong menjadi bernilai (I Kor 15); 7) dulu buta sekarang melihat (Yoh 5); 8) derita menjadi bahagia (Mat 5): 9) sakit rohani menjadi sehat rohani; 10) dulu miskin sekarang kaya (II Kor 8:9); 11) dosa menjadi mulia (Roma 6:23); 12) sedih menjadi bahagia (Mazmur 1).

    Di kelas berkhotbah di STARA selalu ditekankan bahwa jika kita terus-menerus meminta kita dijuluki peminta dan Tuhan memberi, terus-menerus mencari dijuluki pencari kerjaan Allah dijuluki pencari dan Tuhan membuat kita mendapatkan, terus-menerus mengetuk disebut pengetuk supaya pintu keselamatan dibukan (Kolose 4:3).

  4. Ia pun pergi menjual seluruh miliknya

    Pedagang ini mencari sampai ke tempat yang jauh dan setelah menemukan ia kembali ke rumahnya dan menjual segala miliknya. Sekarang ia tahu bahwa mutiara itu berharga dan ia bertekad dan takjub. Orang percaya juga tahu bahwa Firman Tuhan itu berharga (Maz 100:3) dan kita harus bertekad melakukan firman (Ezra 7:10) dan takjub dan taat kepada firman (7:28).

  5. Lalu membeli mutiara itu

    Pedagang ini menjual semua miliknya untuk membeli mutiara itu. Membeli artinya mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu. Demikian juga halnya dengan kita. Kita harus mengeluarkan segala jantung, jiwa, pikiran dan kekuatan kita untuk belajar firman Tuhan.

    Untuk berkenan kepada Allah, orang percaya/gereja harus memiliki 3 “ia”, yaitu: 1) kononia, bersekutu dalam ibadah, belajar firman (Kis 2:42); 2) diakonia, membantu yang miskin (Kis 6); 3) marturia, memberitakan Injil (Kis 1:8).

    Wanita Samaria yang menimba air pada siang hari tidak menyangka akan bertemu Yesus (Yoh 4) adalah contoh orang yang tidak bertujuan mencari namun menemukan seperti yang digambarkan dalam perumpamaan harta karun terpendam. Memang bukan kita yang mencari Allah tapi Allahlah yang mencari kita. Namun dalam perumpamaan mutiara ini, orang ini yang pergi mencari dan dia mendapatkan. Seperti yang dilakukan oleh seorang Menteri Keuangan di Etiopia yang pergi ke Yerusalem untuk menyembah Allah. Dalam perjalanan pulang ke negaranya dia membaca Yesaya 53 dan ia tidak mengerti. Namun dengan pimpinan Tuhan ia bertemu Filipun yang menjelaskan sehingga ia akhirnya mengerti dan percaya dan dibaptis.

    Dua perumpamaan tentang harta dan mutiara menggambarkan tentang dua orang yang berbeda. Satu tak bertujuan mencari harta tapi menemukan dan satu lagi memang bertujuan mencari mutiara dan ia mendapatkan juga. Ada orang yang mencari dunia tetapi memperoleh Yasus dan ada yang orang yang sudah bergereja dan mencari kebenaran dan juga mendapatkan. Yang sama di antara mereka berdua adalah bahwa mereka menjual semua milik mereka untuk mendapatkan barang yang sangat berharga itu. Artinya jika kita bersungguh-sungguh percaya maka kita akan mendapatkan.

    Ada 6 hal tentang kerajaan Allah dari perumpamaan kembar (harta dan mutiara) ini, yaitu: 1) paling berharga; 2) paling indah; 3) sumber sukacita kekal; 4) satu per satu masuk kerajaan sorga; 5) tidak dirennakan dan direncanakan; 6) tidak diketahui kapan datangnya kerajaan Allah.

Diringkas oleh Elisabet Cong`

Last Updated on Wednesday, 16 July 2014 10:09
 
Share