BISAKAH MANUSIA YANG TELAH TERJATUH MENGENAL ALLAH? (I) Print
Written by Terang Alkitab   
Thursday, 17 December 2009 20:42

MENGENAL ALLAH DAN FIRMANNYA (7/90)
Pedoman Saaat Teduh ( Hari Ke-7 dari 90 Hari)

 

BISAKAH MANUSIA YANG TELAH TERJATUH MENGENAL ALLAH? (I)
KISAH 17:27-28
Kejadian 1:20

Orang sesat mengatakan, "Tidak ada Allah!"

I
Allah bukan saja dinyatakan takan kepada manusia dengan kuasa-kuasa  yang tidak tampak yang telah ditunjukkan-Nya di dalam ciptaan, Dia bahkan sangat dekat dengan kita, sedekat kesadaran-Nya tentang diri-Nya sendiri! Bacalah apa yang dikatakan Paulus kepada orang-orang Athena di dalam pembacaan pertama kita hari ini.

Pengetahuan tentang Allah ada di dalam diri manusia secara alamiah—kita dilahirkan untuk mengenal Dia. Usaha-usaha komunisme ateistik untuk menindas pengetahuan ini gagal total. Pengetahuan tentang Allah menyebabkan manusia mencari Allah, hal ini yang membedakan manusia dari binatang. Karena dijadikan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26), kita seharusnya merindukan Allah seperti seorang anak merindukan Bapa, serta menjadikan kita mengharapkan kekekalan.

Paulus membahas karya-karya pengetahuan alamiah tentang Allah di dalam diri manusia pada Roma 2:7-16. Bisa dikatakan bahwa hati nurani di dalam diri manusia, yang memberikan kesaksian mengenal benar atau tidaknya perbuatan yang dilakukan manusia itu, adalah pengetahuan yang menundukkan manusia kepada Allah. Hati nurani memberitahu kita bahwa Allah memberikan pahala kepada kebenaran dan menghukum kejahatan.


Bagi orang-orang yang mencari Allah, seperti Agustinus, yang menuliskan, "Ya Tuhan, Engkau telah menjadikan kami bagi diri-Mu sendiri dan jiwa kami tetap gelisah sebelum menemukan perhentian di dalam Engkau," dikaruniakan kehidupan kekal (Rm. 2:7). Untuk menuntun Agustinus pada kehidupan itu, Allah membuat seorang anak berkata, "Ambillah, bacalah. Ambillah, bacalah." Dan pencari Kebenaran itu dipimpin untuk membaca Roma 13:11-14, yang olehnya dia dengan ajaib diselamatkan. Demikian juga Kornelius, yang adalah kepala pasukan, dipimpin kepada Sang Juruselamat oleh khotbah Petrus (Kis.10). Wahyu alam tidak memadai untuk memimpin jiwa kepada keselamatan, tetapi Firman Allah mampu melakukannya.


RENUNGKAN
Firman Allah adalah Firman Kehidupan.

DOAKAN
Ya Tuhan, kiranya Firman-Mu menyibakkan dosa-dosa yang ada di dalam hidupku.